Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat ITEKES Cendekia Utama Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan wawasan global dengan menyelenggarakan Kuliah Pakar Internasional. Acara kali ini menghadirkan pakar ternama dari Universitas Putra Malaysia (UPM), Dr. Shaharuddin bin Mohd Sham, untuk membedah tema krusial: “Climate Change as a Multiplier of Health Threats in Southeast Asia: Focus on Rising Temperatures, Vector-Borne Diseases, Food Insecurity & Hydrometeorological Disasters”.

Dalam paparannya, Dr. Shaharuddin bin Mohd Sham menyoroti fenomena perubahan iklim sebagai “threat multiplier” atau pengganda ancaman yang secara signifikan memperburuk derajat kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa kenaikan suhu global tidak hanya memicu masalah kesehatan akibat panas (heat-related illness), tetapi juga mengubah ekologi vektor yang menyebabkan lonjakan kasus penyakit seperti Demam Berdarah dan Malaria.

“Asia Tenggara memiliki kerentanan yang unik. Selain ancaman penyakit menular, kita juga menghadapi tantangan besar berupa krisis pangan dan bencana hidrometeorologi yang mengancam sanitasi serta ketersediaan air bersih,” ujar Dr. Shaharuddin di hadapan peserta kuliah pakar yang diadakan secara online melalui Zoom Meeting. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan peran tenaga kesehatan masyarakat dalam membangun strategi adaptasi yang tangguh di tingkat komunitas.

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat ITEKES Cendekia Utama Kudus menyambut baik perspektif internasional yang dipaparkan oleh narasumber dari UPM tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran pakar dari Malaysia ini memberikan wawasan komparatif bagi mahasiswa mengenai bagaimana negara-negara tetangga di Asia Tenggara merespons tantangan iklim yang serupa.

Kuliah pakar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dimana para mahasiswa antusias mendiskusikan implementasi kebijakan kesehatan lingkungan yang dapat diterapkan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, ITEKES Cendekia Utama Kudus berharap dapat terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional, guna mencetak lulusan kesehatan masyarakat yang memiliki daya saing global serta peka terhadap isu-isu kesehatan masa depan.

 

Penulis

Prodi Kesehatan Masyarakat