KUDUS — Institut Teknologi Kesehatan (ITEKES) Cendekia Utama Kudus menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan mengusung tema “AI, ME and Mental Health: Tumbuh Sehat di Tengah Revolusi Teknologi.” Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru tersebut dilaksanakan selama dua hari sebagai rangkaian awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan akademik.
Pelaksanaan PKKMB tahun ini menghadirkan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Pembukaan kegiatan dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka, yang memberikan nuansa akademik dan formal dalam menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar ITEKES Cendekia Utama Kudus.
Sidang Senat Terbuka menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat institusi, jajaran pimpinan, sivitas akademika, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan kampus. Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan di ITEKES Cendekia Utama Kudus.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITEKES Cendekia Utama Kudus menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Rektor mengajak mahasiswa untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter.
“Selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru ITEKES Cendekia Utama Kudus. PKKMB merupakan langkah awal untuk mengenal lingkungan kampus, budaya akademik, serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan selama menjadi mahasiswa. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten serta berkarakter,” ujar Rektor.
Dalam sambutannya, Rektor juga menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI dinilai membawa banyak peluang dalam dunia pendidikan dan kesehatan, namun penggunaannya tetap harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran terhadap kesehatan mental.
“Kita hidup di tengah revolusi teknologi yang berkembang sangat cepat. AI dapat menjadi alat yang membantu proses belajar dan pengembangan diri, tetapi mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak kehilangan sisi kemanusiaannya. Di tengah perkembangan teknologi, kesehatan mental juga harus menjadi perhatian,” lanjutnya.
Tema “AI, ME and Mental Health: Tumbuh Sehat di Tengah Revolusi Teknologi” menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini. Tema tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami hubungan antara perkembangan teknologi, diri sendiri, dan kesehatan mental.
Melalui tema tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas digital, kehidupan akademik, hubungan sosial, dan kesehatan diri.
Selama dua hari pelaksanaan, ratusan mahasiswa baru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan PKKMB yang dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan kampus, sistem akademik, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan proses mereka selama menempuh pendidikan di ITEKES Cendekia Utama Kudus.
Pelaksanaan PKKMB juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk membangun kebersamaan dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Interaksi dengan sesama mahasiswa maupun sivitas akademika diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam membangun rasa percaya diri serta kesiapan menjalani kehidupan perkuliahan.
Dengan dilaksanakannya PKKMB selama dua hari melalui konsep Sidang Senat Terbuka dan berbagai kegiatan pengenalan kampus, ITEKES Cendekia Utama Kudus berharap mahasiswa baru dapat mengawali perjalanan akademiknya dengan semangat dan kesiapan yang baik.
Mengusung semangat “Tumbuh Sehat di Tengah Revolusi Teknologi”, PKKMB tahun ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental, serta tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam bidang kesehatan.