Kudus,  — Institut Teknologi Kesehatan (ITEKES) Cendekia Utama Kudus bekerja sama dengan PT Smart Emergency menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta dalam memberikan penanganan kegawatdaruratan.

Kegiatan pelatihan BTCLS tersebut dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 10 hingga 16 Agustus 2026, dengan metode pembelajaran yang terbagi menjadi tiga hari secara online dan tiga hari secara offline. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kondisi kegawatdaruratan secara komprehensif, baik dari sisi teori maupun praktik.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rektor ITEKES Cendekia Utama Kudus yakni “apt dr. Annik Megawati, S.far., M.Sc.”. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh “H. Imam Subhi, S.Kep., Ns., MM., M.Kes., MH.Kes., CAN” selaku Direktur PT Smart Emergency, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan ITEKES Cendekia Utama Kudus. Pelatihan BTCLS diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta sehingga mampu menerapkan prinsip-prinsip penanganan kegawatdaruratan secara profesional di lingkungan kerja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan secara online, peserta mengikuti berbagai materi pembelajaran yang menjadi dasar dalam penanganan pasien dengan kondisi trauma maupun kegawatdaruratan kardiovaskular. Selanjutnya, pada tiga hari pelaksanaan secara offline, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam keterampilan melalui pembelajaran dan praktik secara langsung.

Melalui pelatihan ini, ITEKES Cendekia Utama Kudus dan PT Smart Emergency berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kegiatan BTCLS diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga membentuk kesiapsiagaan, ketepatan tindakan, serta kepercayaan diri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Pelaksanaan pelatihan selama enam hari tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan lembaga pelatihan profesional dalam menciptakan tenaga kesehatan yang kompeten, terampil, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.