kudus – Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bagi seluruh mahasiswa pada Selasa, 20 Mei 2025, yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimizing Community-Based Palliative Care Through Volunteer Training”, sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa terkait pelayanan paliatif berbasis komunitas serta pentingnya pelatihan relawan dalam mendukung pelayanan kesehatan yang holistik dan berkesinambungan. Kegiatan kuliah pakar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan penuh antusias dan semangat, mengingat tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat saat ini.

Kuliah pakar menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang keperawatan paliatif, yaitu Syarifah Lubna, S.Kep., Ns., M.PallC (Pakar Community Palliative Nursing dan Holistic Nursing) dan Sholihul Huda, S.Kep., Ns., M.NS (Pakar Keperawatan Keluarga dan Komunitas) Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa pelayanan paliatif tidak hanya berfokus pada pasien dengan penyakit terminal, tetapi juga menekankan pada peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga melalui pendekatan fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Selain itu, pelayanan paliatif berbasis komunitas dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas akses layanan kesehatan, terutama di lingkungan masyarakat yang membutuhkan pendampingan jangka panjang.

Pada sesi pertama, Ibu Syarifah Lubna menyampaikan materi mengenai konsep dasar community-based palliative care serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien. Beliau menegaskan bahwa relawan memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan emosional, edukasi kesehatan, serta membantu tenaga kesehatan dalam proses pendampingan pasien dan keluarga. Melalui pelatihan yang terstruktur, relawan diharapkan mampu menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat sehingga pelayanan paliatif dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya, Bapak Sholihul Huda memaparkan materi terkait strategi pelatihan relawan, pengembangan kemampuan komunikasi terapeutik, serta kolaborasi multidisiplin dalam pelayanan paliatif. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan pelayanan paliatif berbasis komunitas memerlukan kerja sama yang baik antara tenaga kesehatan, keluarga pasien, relawan, dan masyarakat sekitar. Selain itu, beliau juga memberikan berbagai contoh penerapan pelayanan paliatif di masyarakat serta tantangan yang sering dihadapi dalam pelaksanaannya. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional.

Kegiatan kuliah pakar berlangsung secara interaktif dan komunikatif. Para mahasiswa tampak aktif mengikuti jalannya acara, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait peran perawat dalam pelayanan paliatif, teknik pendekatan kepada pasien dan keluarga, serta strategi meningkatkan partisipasi relawan di lingkungan masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu pelayanan paliatif yang saat ini semakin dibutuhkan dalam sistem pelayanan kesehatan modern.

Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners berharap mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepedulian terhadap pelayanan paliatif berbasis komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, humanis, dan profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien dan masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masa kini serta mampu berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan.